Pun「Baccarat game」ya Utang Segunung, China Evergrande Disatroni Puluhan Investor

  • 时间:
  • 浏览:0

Kondisi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran penularan di seluruh sektor properti China yang telah menyumbang lebih dari seperempat ekonomi terbesar kedua di dunia.

"Bos kami berutang lebih dari 20 juta yuan (sekitar Rp 44 miliar), dan banyak orang di sini berutang lebih banyak lagi," kata seorang pria yang hanya memberikan nama keluarganya Chen kepada AFP.

Pernyataan itu memperingatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa pengembang akan memenuhi kewajiban keuangannya.

China Evergrande Group memiliki utang sebanyak 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.276 triliun. Setelah bertahun-tahun meminjam untuk menandanai pertumbuhan cepat.

Mereka mengaku cemas seiring tidak mendapat penjelasan dari China Evergrande Group. Padahal pengembang properti itu seharusnya membayar utang yang sudah jatuh tempo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan investor melakukan protes dan mendatangi kantor pusat raksasa properti China Evergrande Group, di Shenzhen, China, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Ini Daftar 10 Raja Properti Dunia, China Mendominasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Namun, pada Senin (13/09/2021), China Evergrande Group masih bersikeras akan menghindari kebangkrutan. Tetapi pada hari Selasa, mereka mengeluarkan pernyataan lain ke bursa saham Hong Kong.

Kini pengembang tersebut diturunkan peringkatnya oleh dua lembaga pemeringkat kredit minggu lalu, sementara sahamnya jatuh di bawah harga listing 2009.

Adapun saham China Evergrande Group turun lebih dari 11 persen pada Selasa dan telah terperosok hampir 80 persen sejak awal tahun.

Yakni telah menyewa penasihat keuangan untuk mengeksplorasi semua solusi yang layak untuk meredakan krisis uangnya.

Seperti dilaporkan The Straits Times, Mereka cemas usai perusahaan pengembang yang sedang terlilit hutang itu menyatakan sedang berada di bawah tekanan luar biasa dan mungkin tidak dapat memenuhi pembayaran.

Diperkirakan 60 hingga 70 orang berkumpul di luar kantor China Evergrande Group. Mereka berdesak-desakan dengan polisi dan menuntut jawaban perusahaan.