Football betting rules_Indonesia Lottery Betting Platform_Lottery betting_Bali Casino

  • 时间:
  • 浏览:0

Banyak oranBetting platform websiteg beranggapan bahwa peran Betting platform websitesebagaBettBetting platform websiteing platform websitei ibu bisa dijalani Betting platform websitetanpa perlu pendidikan tinggi. Padahal, wawasan dan ilmu pengetahuan sepatutnya juga dimiliki oleh perempuan yang bertugas membangun generasi. Selain menempuh pendidikan formal, upgrade pengetahuan non formal juga penting untuk dilakukan. Wanita selayaknya menyempatkan diri untuk baca buku, menonton televisi, atau update berita-berita terbaru.

“Iya, nih. Sakit perut, badan pegel-pegel…”

Bagi wanita, salah satu yang paling diinginkan adalah pasangan yang setia. Pria yang mau baik-baik menjaga hati dan perasaannya hanya untuk wanita yang sudah dipilihnya. Pria ini pula yang biasanya mampu menjaga perasaan wanitanya, tidak menyakiti, terlebih membuat pasangannya menangis.

Saat masih single dulu, kami punya waktu untuk diri sendiri. Entah itu jalan-jalan, sekadar hangout dengan teman, atau pergi belanja demi meng-update penampilan. Tapi setelah menikah dan punya anak, mungkin kami tak lagi punya banyak waktu untuk melakukan hal itu. Lelah mengurus anak dan menuntaskan urusan rumah, kami bahkan belum tentu punya me-time. Sampai-sampai sekadar pakai daster longgar atau kaos oblong adalah kenikmatan yang tak bisa kami dustakan.

Meski tidak semua orang punya pandangan yang sama, ternyata masih banyak orang yang keliru dalam hal menilai wanita. Khususnya di kalangan para pria, wanita seringkali dianggap sebagai sosok yang lemah dan manja. Wanita konon juga sulit dimengerti tapi selalu menuntut untuk dimengerti. Terlalu sensitif atau hanya mengandalkan perasaan, dan bahkan tidak bisa menggunakan logikanya.

“Kamu lagi haid, ya? Kok males-malesan, gitu?”

Kelak setelah menikah, akan tiba saatnya kami para wanita menjalani peran yang paling utama. Ya, peran untuk mengandung – menjalani 9 bulan masa kehamilan demi bisa melahirkan generasi-generasi penerus kita nanti. Betapa 9 bulan yang kami jalani adalah masa-masa perjuangan, semata-mata demi memberikan yang terbaik bagi janin dalam kandungan.

“Udah makan belum? Mau aku beliin nasi goreng kesukaan kamu? Besok aku bawain buah, deh!

Jika kalian ingin tahu, masa-masa awal kehamilan adalah bagian paling berat yang harus kami lewati. Perubahan hormon mempengaruhi kondisi tubuh kami. Mual tiap pagi, nyeri punggung, kaki kram, dan sakit perut sudah jadi ‘makanan’ kami sehari-hari. Bayangkan juga saat janin mulai tumbuh dan perut kami semakin membesar, ibarat menggendong bayi di dalam perut selama 24 jam seminggu selama 5 bulan.

Sementara sebagai seorang istri, kami masih punya tanggung jawab untuk mengurus rumah. Menyelesaikan pekerjaan harian seperti memasak atau mencuci jadi kesibukan kami sehari-hari. Saat kami sibuk dengan urusan rumah dan anak-anak, kalian para pria biasanya juga sibuk dengan urusan pekerjaan.

Tapi sungguh-sungguh kami akan bersyukur jika di sela-sela waktu luang kalian bersedia diajak berbagai tugas berdua. Saat kami repot mengurus anak sampai tak sempat membuatkan teh atau kopi di pagi hari, kalian paham dan memilih untuk turun tangan sendiri. Atau saat kami kerepotan membersihkan rumah, kalian tak segan angkat kain pel atau sapu untuk membantu.

Saat menjalani masa kehamilan ini, sungguh yang kami butuhkan adalah pasangan yang mau peka dan memahami. Sesekali tak ada salahnya ‘kan kalau kalian memijat punggung atau kaki kami yang nyeri. Menemani dan mengantar kami periksa ke dokter kandungan, sambil tetap perhatian dengan kesehatan psikis dan psikologis kami.

Seringkali wanita dianggap sebagai makhluk yang lemah. Bukan semata-mata karena kemampuan fisiknya, tapi juga lantaran mereka sangat perasa. Wanita cenderung bertindak atas dorongan logika dan perasaannya. Mereka mungkin akan mudah tersinggung, marah, atau bahkan menangis ketika ada hal-hal yang mengganggu hatinya.

Jadi, mohon kalian tidak menganggap kami ini kekanak-kanakan jika kadang bisa mendadak marah atau sedih tanpa alasan. Bisa jadi memang ini bawaan ‘tamu bulanan’ yang sungguh sulit untuk kami lawan. Atau, ketika kami tiba-tiba jadi makhluk paling malas yang maunya cuma guling-guling di kasur, mungkin itu pun karena gejala PMS yang sebenarnya sedang membuat kami kelimpungan.

“Jaga badannya biar tetep bisa aktivitas. Semangat, Sayang…”

Sekilas mungkin wanita terlihat ingin dimanja, mau enaknya saja, atau banyak maunya. Tapi sungguh sejujurnya kami bukan bermaksud seperti itu. Kami hanya ingin para pria lebih peka, setidaknya pekalah pada apa yang selayaknya wanita dapatkan sebagai haknya…