Online gambling games_Baccarat APP_How to play baccarat

  • 时间:
  • 浏览:0

Agar pekerjaanmu selesai BaccaraBaccaratttepat waktu, kamu harus memaksimalkan waktu proBaccaratduktifmu. Mengurangi waktu tidak produktif seperti seperti berhenti mengecek media sosial setiap satu jam sekali mutlak perlu. Dengan begitu, kamu tidak harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Tapi bila setiap pergerakan matamu menangkap sosoknya yang menjalin hubungan denganmu, bagaimana kamu bisa tetap konsentrasi? Sedikit-sedikit pengin nyapa, sedikit-sedikit pengin ngobrol. Kerjanya kapan?

Bila kamu sudah cukup dewasa dan yakin bisa memisahkan hati dan logika, silakan mencoba. Tapi bila kamu sendiri masih kesulitan mengatur emosi dan tidak siap dengan segala konsekuensinya, lebih baik hindari. Biar kesuksesanmu datang lebih cepat, memisahkan perasaan dengan profesionalitas mutlak perlu. Supaya konsentrasimu terjaga dan pekerjaanmu selesai tepat pada waktunya, jangan biarkan dirimu terdistraksi oleh hal-hal pribadi yang mengganggu. Toh, kalau kamu sukses di pekerjaan, kesuksesan di bidang lainnya akan mengikuti. Tahan dirimu sekuat tenaga. Kalau di kantor, pikirkan soal pekerjaan saja.

Karena dasarnya sudah berbeda, pekerjaan dan percintaan tidak bisa dikerjakan dalam waktu yang sama. Profesionalitas harus dipisahkan dari perasaan. Terlibat percintaan di kantor, yang seharusnya diisi dengan kerja sama dan persaingan prestasi, hanya akan membuat posisimu susah. Kalau kata Raisa, serba salah. Hingga akhirnya, baik percintaan maupun pekerjaanmu tidak ada yang maksimal.

Segalanya akan bertambah buruk saat hubunganmu dengannya sedang memanas. Tentu kamu ingat bagaimana rasanya marahan dengan pacar. Melihat namanya di ponsel pun sudah bisa menyulut emosimu. Tapi anehnya, tidak melihat namanya di ponsel juga membuatmu marah. Bila kondisimu dengannya sedang seperti itu, sementara di kantor kamu dan dia harus tetap bekerja sama memecahkan segala masalah, kira-kira bagaimana rasanya?

Dalam sebuah kerja tim, saling mengevaluasi satu sama lain perlu dilakukan agar hasil akhirnya sempurna. Terkadang ada kerja salah seorang anggota yang kurang maksimal, sehingga bisa berdampak pada hasil secara keseluruhan. Tapi bila kebetulan yang kerjanya tidak beres itu adalah pasanganmu, pasti sulit bagimu untuk mengkritik pekerjaanya supaya diperbaiki lagi. Sedikit atau banyak pasti ada rasa tidak nyaman dan takut dia tersinggung. Paling parah, karena enggan menghadapi konflik, kamu akan mengerjakan bagiannya demi menutupi kekurangannya dari tim yang lain.

Di kantor, siapapun harus bisa bekerja sama dengan siapapun demi kelangsungan dan kelancaran pekerjaan. Kekompakan adalah modal utama agar semua pekerjaan selesai tepat waktunya. Tidak jarang dari kekompakan kerja sama itu muncul benih-benih kenyaman yang bila tidak segera ditanggulangi akan berkembang ke arah percintaan. Nah, siapkah kamu melihat pasanganmu kompak dengan rekan kerja yang lain seperti itu? Apa nanti waktumu tidak habis untuk mengawasi agar dia tidak macam-macam di belakangmu?

Baik, kamu memang bertekad untuk tetap profesional. Kamu dengan teguh memegang prinsip 9-5 untuk pekerjaan, baru setelah itu memikirkan percintaan. Tapi belum tentu lingkungan tempatmu bekerja berpendapat sama. Ketika kamu merelakan diri untuk mengelola sebuah proyek yang kebetulan satu tim dengan pasanganmu, mereka menganggapmu hanya mau memperbanyak waktu berdua-duaan. Mereka tidak peduli alasanmu, dan ya, terkadang dunia memang sekejam itu.

Di dunia ini banyak tempat untuk jatuh cinta. Di antara semua itu, kantor adalah satu tempat yang sebaiknya kamu hindari sebisa mungkin. Meski cinta tidak pernah pilih-pilih tempat, tapi di tempat kerja, sebaiknya jangan ada perasaan yang terlibat!

Dampak terjauhnya, ketika hubunganmu dengannya berakhir kurang menyenangkan, masihkah kantor menjadi tempat yang nyaman bagimu bekerja? Sementara bertemu mantan tanpa sengaja di jalan saja sudah bisa membuatmu kelabakan. Masa iya kamu harus resign juga dari kantor untuk membuatnya resign sepenuhnya dari hidupmu?

Ada banyak hal yang tidak pernah bisa diatur oleh kamu sebagai manusia. Jatuh cinta adalah salah satunya. Bila cinta bisa diatur, tentu kamu akan bisa memilih tempat serta momen yang tepat untuk jatuh cinta. Begitu juga dengan sosok yang kamu jatuhi dengan cinta. Tapi meski jatuh cinta tidak bisa diatur, apa yang kamu lakukan selanjutnya tergantung keputusanmu sepenuhnya.

Yang satu urusannya dengan perasaan, yang satu lagi urusannya dengan atasan. Keduanya adalah dua hal yang sangat berbeda serta harus dipisahkan dengan tegas. Bila kamu merasa cukup kuat untuk bersikap dewasa dan bisa memilah sebaik-baiknya, bolehlah kamu mencoba. Tapi kalau lemah imannya, sebaiknya jangan coba-coba. Untuk mempermudah hidupmu ke depannya, pilih salah satu antara pekerjaan atau percintaan.

Salah satu hal positif yang diharapkan saat memiliki pasangan adalah rasa saling mendukung kesuksesan satu sama lain. Sehingga pada waktunya kamu dan dia membangun rumah tangga, potensi kalian sama-sama maksimal. Jika kamu dan pasanganmu bekerja di tempat yang berbeda, saling mendukung mudah dilakukan. Lain halnya bila kamu dan dia di kantor yang sama. Rasa persaingan, sekecil apapun pasti ada. Apa kamu bisa tetap mendukungnya saat prestasi pasanganmu melesat jauh di atasmu? Belum lagi, mau tidak mau orang pasti akan mulai membandingkan dengan prestasimu sendiri. Sudah siap?