Myanma「Baccarat Banker」r dalam Krisis Covid

  • 时间:
  • 浏览:0

"KamBaccarat Bankeri sanBaccarat Bankergat membutuhkan tingkat pengujian, pelacakan kontak, dan vaksinasi yang lebih besar di semua wilayah negara," ungkapnya.

"Ini hanya puncak gunung es," ujar salah satu dokter yang tidak ingin disebutkan namanya untuk keamanan di tengah negara yang berkonflik.

Di Yangon, kota terbesar Myanmar, sejumlah keluarga pasien Covid-19 menunggu di pabrik oksigen dan berharap dapat mengisi tabung, krematorium dipenuhi pelayat dan peti mati, serta pekerja pemakaman dan sukarelawan dengan pakaian hazmat bekerja tanpa henti untuk mengubur barisan jenazah.

Ada juga 247 kematian yang dilaporkan, dengan jumlah kematian yang dikonfirmasi akibat Covid-19 5.814.

Namun, sejumlah dokter dan sukarelawan mengatakan bahwa sejumlah kasus Covid-19 masih banyak yang tidak dilaporkan.

"Peningkatan kasus ini telah menempatkan seluruh sistem kesehatan di bawah tekanan besar," kata Singhal.

"Kami melihat kondisi pasien memburuk dan orang-orang meninggal setiap hari," ujarnya, seperti dilansir CNN pada Kamis (22Baccarat Banker/7/2021).

Pada Rabu (21/7/2021), Kementerian Kesehatan yang dikendalikan junta militer melaporkan 6.093 kasus baru Covid-19, sehingga total yang dikonfirmasi menjadi 246.663.

NAYPIYDAW, KOMPAS.com - Gelombang Covid-19 melanda Myanmar dengan orang-orang sekarat di rumah karena takut ke rumah sakit saat seluruh negeri masih dilanda konflik kudeta militer.

Joy Singhal, kepala delegasi Myanmar dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, mengatakan, peningkatan pesat Covid-19 di Myanmar sangat memprihatinkan dan dalam beberapa hari terakhir sekitar sepertiga dari orang yang dites positif.

Baca juga: Myanmar Akan Terima Enam Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari China

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email