Online gambling platform_Live Baccarat Platform_Indonesian Chess_Football betting

  • 时间:
  • 浏览:0

Baccarat ABaccarat APPpPan independent woBaccarat APPman, loving mom and devoted wife.

Sering nggak sih kamu melihat suatu ketika tiba-tiba ada sebuah brand makanan melakukan kolaborasi dengan produk kecantikan atau fesyen? Mungkin timbul pertanyaan seperti kenapa para brand melakukannya atau bahkan komentar-komentar seperti “maksa banget.” Akan tetapi, nyatanya strategi ini membuat mereka berhasil mencuri perhatian banyak kalangan dengan respons-respons tersebut lo.

Malahan respons yang dibuat oleh masyarakat bisa jadi merupakan salah satu tujuan yang diinginkan oleh brand supaya tujuan utamanya akan tercapai. Selain itu, apa sebenarnya alasan dua atau lebih brand melakukan kolaborasi? Simak yuk penjelasannya berikut ini!

Editor

Selain co-branding ada juga istilah co-marketing yang juga merupakan kolaborasi antara dua brand, yang membedakan adalah co-marketing tak menghasilkan sesuatu dalam bentuk produk namun hanya dalam usaha-usaha saat menjalankan marketing saja.

Meskipun punya beberapa manfaat bagi masing-masing brand namun ternyata kolaborasi semacam ini tetap memiliki risiko lo. Makanya perlu berhati-hati dalam memilih partner untuk berkolaborasi. Beberapa hal berikut ini perlu dipertimbangkan:

Sebenarnya masih ada banyak lagi kolaborasi-kolaborasi yang dilakukan oleh berbagai brand yang akhirnya banyak dibicarakan. Hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi ternyata cukup efektif untuk menaikkan brand exposure yang akhirnya dalam jangka panjang berdampak juga terhadap penjualan. Hmm, sudah nggak penasaran lagi kan sekarang?

Beberapa brand berikut ini sukses melakukan kolaborasi hingga bikin heboh banyak orang.

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai ketika para brand melakukan kolaborasi misalnya seperti menambah basis konsumen, meningkatkan keuntungan, kesetiaan konsumen, brand image, nilai yang ingin diperoleh, bahkan sampai menghemat pengeluaran. Masing-masing brand diharapkan memiliki reputasi yang lebih baik setelah melakukan kolaborasi ini dengan menggabungkan kekuataan yang dimiliki masing-masing. Target pasar juga bisa diperluas dengan adanya sebuah produk yang mengakomodasi kebutuhan konsumen dari masing-masing brand.

Dilansir dari Investopedia, co-branding adalah strategi marketing menggunakan dua brand atau lebih sekaligus yang memiliki hasil dalam bentuk sebuah barang atau jasa sebagai bagian dari ‘persekutuan’ strategis. Masing-masing brand akan berkontribusi dengan identitas masing-masing untuk menciptakan produk tersebut. Bisa jadi kolaborasi ini tak hanya dilakukan dengan menaruh nama dan berasosiasi melalui produk semata namun juga dengan berbagi teknologi dan keahlian yang dimiliki, serta mengambil kesempatan untuk memanfaatkan kelebihan masing-masing partner.